Maaf ya mbak, kejunya kelupaan …

Bukan manusia namanya jika tidak punya sifat lupa. Tapi kelupaan yang satu ini bisa berdampak luas ( semoga tidak .. ). Bukan apa-apa, soalnya dalam bisnis makanan yang saya geluti, sistem promosi mulut ke mulut tetap dibutuhkan. Jika ada yang kecewa terus memberitahukan masalahnya ke yang lain, otomatis pelanggan berkurang.

Siang itu, tanpa sengaja, saya kelupaan untuk menambahkan keju kesebuah pesanan. Dan baru sadar setelah pembeli itu pergi meninggalkan warung. Padahal semua sudah disiapkan dimeja tempat meracik, heran … kenapa bisa kelewatan. Saat beres-beres, baru sadar kejunya masih utuh. Waduh …. gak bisa bayangin betapa kecewanya si mbak itu.

Entah, kecewa, stress atau apa, yang jelas saya cuma bisa diam, membatin saja. Astagfirullah, maaf ya mbak, bukannya saya sengaja menipu, membohongi dengan memberikan pesanan yang tidak sesuai, saya benar-benar lupa …..

Dalam hati berharap, si mbak itu datang lagi. Kalau datang saya akan kasih gratis deh …. Tapi sudah empat hari berlalu, dia tidak datang. Ya sudahlah, memang sudah rejeki dia dan saya, tak lupa saya juga berdo’a agar Allah berkenan memberikan pengganti dari keju yang seharusnya menjadi haknya dengan balasan yang setimpal.

Kita manusia memang ditakdirkan fana, memiliki sifat pelupa. Apalagi saat ujian, sudah pasti bakalan banyak tuh soal-soal yang lupa jawabannya. Untungnya banyak diantara kita yang saling mengingatkan, seperti mbak Hani yang mengingatkan untuk selalu letakkan pada tempatnya.

Walaupun memang sudah takdir, tapi ada baiknya sifat pelupa ini diminimalisir, atau bahkan kalau perlu dihilangkan. Bagaimana caranya? Saya sendiri juga tidak tahu, makanya kejunya ketinggalan … 😀

Sekali lagi, maaf ya mbak ..kejunya ketinggalan ….

Iklan

30 responses to “Maaf ya mbak, kejunya kelupaan …

  1. Kunjungan malam nih Mas;
    Saya juga salah satu manusia pelupa . Selalu berusaha meminimalisir, tapi masih belum berhasil, hehe;
    Wah kalau sifat lupa dihilangkan, sepertinya nggak bisa mas, nggak ada resepnya. Kan lupa juga salah satu ujian dari Tuhan.
    Hmmm..saya doakan si Mbak nya maklum mas..

  2. bisnis makanan emang perlu teliti. semoga mbaknya memaklumi dan masnya gak lupa lagi..
    atau mungkin mbaknya gak sadar kalo ada yang kurang, biasanya pelanggan protes ato bertanya kalo dia menyadari ada yang kurang dari pesanannya.

  3. Nggak pakai keju nggak apa-apa yang penting enak

  4. Hm….

    Kejunya di bawa kesini saja, heeee
    Saya ini orangnya juga pelupa Mas, tapi kalu disuruh ngilangin sifat lupa ya susah, nggak bisa tapi untuk meminimalisirnya saya selalu tulis diagenda apa2 yang harus saya bawa dan saya kerjakan, alhamdulillah ada perubahan yang cukup significant kalau dulu kadar lupa 75% sekarang tinggal 10% lha…

    Hm…btw, jadi malu ni Mas….
    Nama saya di sebut di sana……biar gak lupa saja, yah?
    Heeeee

    salam sukses dan jangan lupa kejunya…

  5. wah gimana to mas, kok bisa lupa kejunya. Berarti lain kali kejunya di campurkan secara ganda hehe..

  6. Btw blog lama ini, yang self hostingnya dimana?

  7. saya punya sifat pelupa akut 😦
    saya setuju sekali tuh untuk hal tertentu menyimpan di tempatnya terutama yang sering dibutuhkan setidak-tidaknya membantu dari unsur lupa. Yang repot saya sendiri kadang lupa untuk menyimpan di tempatnya ;))
    Cerita menarik mas dan sarat peringatan.
    Trims 🙂

  8. semoga mbak itu bisa memaklumi dan tidak menyebarkan berita ‘ketinggalan keju’ itu ke orang lain …
    sukses selalu untuk usahanya, kakak

    Salam BURUNG HANTU

  9. coba mbaknya itu dikejar lagi ga bisa ya Om?

  10. mudahmudahan mbaknya lagi senang hatinya jadi lupa kalo kejunya kelupaan ya brader 😀

  11. Wah, memang betul ya, sifat pelupa bisa lebih besar efeknya bagi pengusaha makanan.. Lupa memberi garam saja bisa “berkesan” bagi pembeli. Tapi, kualitas kerja setiap pribadi akan terlihat juga.. semoga semakin laris manis. Salam kenal.

  12. semoga mbaknya bisa maklum mas.. kadang2 takut juga kalo itu bisa jadi sebuah kerikil kecil untuk maju.
    salam.

  13. Aku berharap mbak itu lupa dengan kejuanya, agar tidak terjadi silang sengketa.

  14. lola laline yo lupa
    om yudi

  15. konsumen adalah raja….

  16. mungkin perlu ada kejadian seperti ini supaya kita bisa lebih teliti.. 🙂

  17. Mas Nug, gak taunya mbak yang lupa kejunya lagi posting di blog sebelah, ngomel2…hihihihihihi… manusia tempatnya lupa, semoga jika saya ketiban “lupa keju” saya ingat mas nug, jadi lebih sabar… 🙂

  18. heq heq heq … mudah2an mbak-nya juga ikutan lupa kalau ngga ada kejunya …

  19. semoga saja sang pembeli tersebut selalu berfikir positif…………….ttp semangat ya, kan setiap manusia ga ad yang sempurna sobat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s