Devil vs Angel

Devil artinya (menurutku) adalah setan, sedangkan angel (baca: an-jel) artinya malaikat. Tapi dalam cerita ini adalah antara baik dan buruk dalam pemikiran semata. Jadi bukan kisah perang tanding antara setan dengan malaikat, tapi perang tanding antara pikiran baik dengan pikiran buruk.

Alkisah, ada seorang pedagang duduk melamun menatap dagangannya yang berupa mainan anak-anak di emper sebuah sekolah dasar yang bukan favorit. Siang itu udara cukup terik, panas matahari terasa menyengat kulit. Dengan berlindung dibalik topi dan sebuah koran untuk dijadikan kipas, dia merenungi nasibnya.

Tak jauh disebelahnya seorang tukang es lilin sibuk melayani anak-anak yang menyerbunya. Dipandanginya kerumunan itu dan timbullah pergulatan batin dalam dirinya. ” Ah, andaikata aku yang berjualan es itu pastilah akan sangat beruntungnya diriku. Panas-panas begini pasti semua daganganku laris. ”

Semakin jauh lamunannya, semakin bergejolak hatinya. Timbulah perdebatan dalam batinnya. Sebuah perdebatan yang tidak mungkin bisa ditengahi orang lain, bahkan orang terdekatnya. Perdebatan yang terjadi antara dirinya dengan dirinya yang lain. Antara jiwanya yang bersih dengan jiwa yang dipenuhi syak wasangka.

” Coba kau lihat tukang es itu, begitu larisnya dia. Pasti dia pakai ‘penglaris’ . Kalau ngga mana mungkin dagangannya begitu laris, padahal rasanya biasa-biasa aja.”

” Ah, jangan berpikir sembarangan. Jelas aja laris, lha wong puanas begini, anak-anak pasti milih beli es daripada beli pistol air bikinan ini. “

” Memang udara panas, tapi coba dipikir dong. Diantara sekian banyak anak-anak masa sih ngga ada yang beli mainan ini. Padahal harganya juga gak jauh beda sama es itu, cuma 1500 perak. Pasti ada apa-apanya tuh. Jangan-jangan dagangan kita atau lapak kita ini udah dijampi-jampi biar gak laku. “

” Hei, jangan punya pikiran jelek dulu. Itu udah rejeki dia, rejeki kita belum nyampe sini. Kita harus sabar dong. “

” Sampai mana harus sabar. Masa udah 2 hari mangkal disini cuma laku tiga aja.  Padahal ditempat lain sehari bisa laku 10 – 20 biji. “

” Sabar, kita sudah berusaha, sudah ikhtiar, sekarang tinggal tawakal, serahkan semua sama Yang Maha Kuasa. Dia pasti punya maksud tersendiri sama kita. Kalau kita cuma dikasih segini, ya ini rejeki kita hari ini. Mungkin besok kita dikasih lebih, siapa yang tahu ? “

” Ah … itu sih bisa-bisa situ aja. Sabar … sabar …. sabar terus sampe tua. Udah jelas kok dagangan kita gak laku, masa disuruh sabar. Terus mau ngasih makan anak-anak pake apa ? Tabungan tinggal dikit, mau ngasih makan dedek ? “

” Ah, susah ngomong sama kamu. Pokoknya saat ini kita sedang diuji. Kita sedang dikasih cobaan, sanggup gak melewati cobaan ini. Kalau kamu gak sanggup, ya udah, pergi aja sono … “

” Huh … dasar otak buntu, … makan tuh sabar, …  Sekarang sampeyan menang, tapi ingat ya … Ane bakalan balik lagi, tunggu aja .. ! “

” Dateng lagi aja kapan-kapan, bawa temen kalau perlu, siapa yang takut. Selama Allah jadi tujuan utama, tidak ada yang bisa menggoyahkan imanku. “

Dan akhirnya pedagang mainan itu tersenyum bahagia. Pergulatan batinnya telah dia menangkan seiring sayup-sayup suara adzan Zuhur terdengar begitu merdu. Segera dia bereskan dagangannya dan bergegas menuju mushola di pojok sekolah.

” Ya, Allah … Limpahkanlah rahmat dan hidayah-Mu kepada hamba. Tunjukanlah jalan yang lurus dan yang benar, berikanlah hamba kesabaran dalam menghadapi cobaan-Mu, dan janganlah kau buat hamba kufur akan segala nikmat-Mu ….. amien “

Iklan

8 responses to “Devil vs Angel

  1. ada yang menyentak batin baca postingan ini. susahnya menguak rahasia Allah di setiap peristiwa yang menurut kita ‘buruk’

  2. Hehehe dialognya menarik pada akhirnya kebaikan yang menang.
    Salam kenal.

  3. selalu positip dan bersyukur..itu ya intinya.. hehe..

  4. untung ya ada om angel…jadi si penjual maenan gak berpikir untuk jualan narkoba, lho? wkakakakkaka….

  5. ehm untung bkan devil yang menang, kalo devil menang bisa ditembak semua tuh anak SD pake pistol aer … wkwk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s