Kita adalah Insan Sosial

“Dan dirikanlah sholat, tunaikan zakat, dan rukuklah bersama orang-orang yang rukuk.” (QS. Al-Baqarah: 43)

Seperti yang telah kita ketahui bersama, dalam ayat diatas telah diperintahkan kepada kita untuk mendirikan sholat dan menunaikan zakat sebagai pertanda keimanan kita kepada Alloh. Hal yang berikutnya adalah perintah untuk rukuk bersama orang-orang yang rukuk. Perintah ini mengandung tiga makna utama, yaitu :

Pertama, kita diperintahkan Alloh untuk tunduk dan taat pada ketentuan-ketentuan Alloh sebagaimana orang-orang yang taat dan tunduk.Kedua, sejumlah ulama tafsir termasuk Syekh Ismail Haqqi Al-Burusywi dalam kitab tafsirnya menyebutkan bahwa kita diperintahkan untuk melaksanakan sholat secara berjamaah. Sholat berjamaah lebih utama daripda sholat sendirian dengan tingkatan 27 derajat. Sholat berjamaah dapat melahirkan jiwa yang bersih.

Pandangan ini lalu diterjemahkan oleh ulama fiqih bahwa sholat berjamaah itu hukumnya fardhu kifayah, yang artinya, bila dalam satu tempat tidak ada orang yang mengerjakan sholat berjamaah, maka semua orang dalam tempat itu berdosa. Tapi jika ada beberapa orang yang mengerjakan, maka yang lain tidak dihukumi berdosa. Bahkan Syekh Al-Qurthubi dalam kitab tafsirnya mengatakan: “Orang yang meninggalkan sholat berjamaah tanpa udzur, maka wajib ia dihukum.

Namun ulama fiqih lain berpandangan tidak sama. Mereka berpendapat bahwa sholat berjamaah hukumnya sunnah muakkadah. Terlepas dari dua pandangan berbeda tersebut, QS. Al-Baqarah: 43 menjelaskan bahwa umat Islam harus memiliki dua aspek dalam beribadah.

Aspek pertama adalah hubungan pribadi dengan Alloh yang terwujud dalam ibadah sholat, kemudian hubungan pribadi dengan pribadi seperti menunaikan zakat, dan hubungan pribadi dengan masyarakat seperti sholat berjamaah yang mengindikasikan kehidupan bermayarakat.

Muhammad Iqbal, seorang filsuf muslim berpendapat bahwa sholat berjamaah merupakan bentuk semangat silaturahim. Sholat berjamaah adalah persatuan individu-individu yang disatukan oleh satu aspirasi yang sama, memusatkan diri pada satu tujuan dan membuka nurani mereka pada satu hati yang berbicara.

Ketiga, makna dari perintah rukuk bersama orang-orang yang rukuk adalah kewajiban agar kita menjalin hubungan sosial yang baik dengan orang lain.

Sebagai mahluk sosial, kita tentu tak dapat hidup sendiri. Kita setiap hari pasti berhubungan dengan orang lain, baik di rumah, di kantor maupun di jalan. Kita tak dapat hidup tanpa kehadiran orang lain.

Selain daripada itu, ada satu hal yang harus digarisbawahi, yaitu ketaatan kepada pemimpin seperti halnya saat sholat berjamaah mengikuti imam. Namun ketaatan tersebut harus dilandasi ketaatan kita kepada Alloh. Kita harus tundauk dan taat kepada pemimpin selagi mereka juga tunduk dan taat pada Alloh. Sebab perintah Alloh adalah, “……rukuklah bersama orang-orang yang rukuk.” Artinya, ikutilah pemimpin yang tunduk dan taat kepada Alloh. Jika mereka lalai, kita tidak harus mengikuti mereka.

(narasumber : majalah Hidayah, edisi 111)

Iklan

12 responses to “Kita adalah Insan Sosial

  1. betul sekali manusia adalah makhluk sosial,

  2. Terimakasih renungannya Mas

  3. Sebagai mahluk sosial, kita tentu tak dapat hidup sendiri. Kita setiap hari pasti berhubungan dengan orang lain, baik di rumah, di kantor maupun di jalan. Kita tak dapat hidup tanpa kehadiran orang lain.

  4. Sebagai insan sosial maka sudah seharusnyalah kita saling menguatkan satu dengan yang lain, apa terlebih saat ini bangsa kita sedang mengalami bencana… Banyak saudara-saudara kita yang membutuhkan bantuan baik dukungan materi maupun dukungan lewat doa.. Bener ngga bro?

  5. Kata Iklan sampoerna :
    “gak ada loe gak rame…” kayaknya bisa menggambarkan tulisan di atas, hehe.. 🙂

    salam kenal,,

  6. Apa yang datang dari Allah pasti itulah yang terbaik bagi umatnya..

  7. Betul itu mas, karena manusia itu membutuhkan orang lain.

  8. mari menegakkan sholat berjamaah.

  9. Mahluk sosial karena nggak pernah bisa sendiri..

  10. insan sosial yang baik ialah warga negara yang tunduk dan patuh pada aturan pemerintahan yang sah berdasarkan pancasila dan UUD ’45…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s