Yang pedas yang Nikmat

Semua orang pasti tahu, apa itu cabai atau cabe yang sering kita lafalkan. Bagaimana rasanya, bagaimana aromanya dan bagaimana bentuknya. Yang paling erat hubungannya dengan cabai adalah sambal. Dimana banyak orang bilang ” yang pedas itu yang nikmat “.

Bicara soal sambal, itu juga erat hubungannya dengan apa yang saya geluti saat ini. Bukan sambal yang aneh-aneh, tapi yang sederhana saja. Dan cuma ada 2 macam saja, yaitu sambal bajak dan sambal hijau. Pastinya sudah tahu bagaimana macamnya.

Sambal Bajak

Ini adalah resep yang saya dapat dari mendiang almarhumah ibu. Hanya saja ada sedikit modifikasi untuk menambahkan cita rasa baru.

Dulu ibu bilang namanya sambal bajak laut, karena sambal ini sering ibu berikan untuk ayah sebagai bekal untuk berlayar. Flashback sedikit, menurut ceritanya, dulu waktu orangtua masih muda, ayah adalah abk (anak buah kapal) sebuah kapal kayu Jawa-Kalimantan. Dan saat itu hanya menggunakan layar sebagai penggerak. Tentunya butuh berhari-hari perjalanannya.

Nah, karena lamanya di laut, maka butuh panganan atau sambal yang tahan lama. Dari sinilah nama Sambal Bajak Laut itu lahir, yaitu sambal bajak yang dibawa melaut.

Dan memang, sambal buatan ibu bisa tahan 1 minggu tanpa perlu pengawet atau disimpan di lemari pendingin, atau juga dipanaskan kembali. Kenapa bisa? Rahasianya adalah dengan cara dimasak sampai matang. Bagaimana detailnya, begini …..

Bahan baku :

  • Cabai keriting merah
  • Cabai rawit merah
  • Bawang merah
  • Bawang putih
  • Kemiri
  • Ketumbar
  • Terasi
  • Gula pasir
  • Garam

Proses Pembuatan :

  1. Cuci bersih cabai, bawang merah dan bawang putih, biar higienis
  2. Rebus bahan diatas terlebih dahulu, tujuannya biar proses peng-ulek-an (penumbukan atau penghalusan) jadi lebih mudah. Jangan terlalu lama, cukup biar lebih lunak saja.
  3. Bakar atau lebih baik goreng sangrai kemiri dan ketumbar serta terasi-nya
  4. Ulek deh, jangan lupa ditambah garam dan gula pasir sesuai dengan selera.
  5. Goreng deh … sambil sesekali diaduk agar tidak lengket dan berkerak.

Rahasia biar lebih awet :

Saat menggoreng jangan menggunakab minyak goreng, tetapi dengan santan. Jadi seperti merebus pada awalnya, tetapi biarkan santan itu berubah jadi minyak. Dengan demikian, minyak pada sambal adalah minyak kelapa asli. Santannya boleh santan jadi supaya lebih praktis.

Untuk sambal hijaunya di sesi berikutnya ya, tapi pada dasarnya sih biasa saja, tidak ada penambahan istimewa, hanya tidak ada campuran tomatnya saja.

Dan jika penasaran berapa jumlah tiap-tiap bahannya, gunakan hati. Karena memasak dengan hati itu lebih nikmat hasilnya dibandingkan dengan ukuran. Tidak percaya ? Buktikan sendiri …

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s