Apa arti Belor itu ?

Banyak yang bertanya-tanya apa arti Belor itu sesungguhnya. Awalnya saya hanya tersenyum dan menjawab ” tidak ada artinya kok ”

Seperti yang saya janjikan sebelumnya, saya akan kupas walaupun tidak bisa tuntas mengenai kisah dibalik Belor ini.

Sebagai permuluan adalah asal muasal diketemukannya istilah Belor ini, yang tentunya oleh saya sendiri. Karena ada banyak arti lain jika kita cari di google. Tapi semua arti itu berbeda dengan alasan saya mengambil istilah ini.

Aslinya adalah dari kisah perjalanan hidup saya yang tidak bisa dibilang tragis tetapi cukup membuat saya patah semangat waktu itu. Kalau boleh saya bilang babak belur, dari situlah lahir Bebek Belor. Yang sejatinya adalah awal mula merintis usaha bebek goreng. Apa salahnya kalau saya gunakan plesetan itu jadi brand atau merk.

Waktu terus berjalan, seiring perjalanan tersebut saya menemukan singkatan dari Belor yaitu Belum Nelor alias masih perawan. Boleh dikatakan hal ini juga berhubungan dengan bebek goreng saya. Karena bebek yang saya gunakan adalah bebek yang masih muda atawa belum dewasa atau belum nelor. Jadi klop ….  Belor alias Belum Nelor yang juga plesetan dari babak belur.

Dengan modal usaha yang pas-pasan dan tentunya juga ada yang sponsorin, jadi deh buka warung. Lalu kenapa memilih bebek sebagai menu ? Nah, sebaiknya nanti di sesi berikutnya saja diulasnya. Saat ini kita fokus dulu sama si Belor.

Kembali ke Belor, kini arti dari Belor itu adalah Belum jadi Orang. Maksudnya bukan berarti belum jadi orang dalam arti kata orang kaya, orang terkenal dan sejenisnya, melainkan sebenar-benarnya orang, manusia seutuhnya. Lho, bukankah kita ini memang manusia, bahkan sudah jadi manusia utuh karena sudah punya keturunan sebagai pewaris ? Tidak jika kita masih jadi orang atau manusia yang tidak bisa berterima kasih kepada Sang Pencipta.

Saya masih belum merasa jadi manusia seutuhnya, masih banyak kekurangan yang saya miliki. Masih silau akan duniawi, masih terlalu mudah tergoda hasrat duniawi. Saya ingin jadi orang yang punya nilai lebih, dimata sesama juga dimata Sang Khalik. Saya ingin jadi orang kaya raya sehingga bisa berbagi kekayaan dengan sesama, saya ingin punya kelebihan sehingga bisa berbagi kelebihan itu dengan orang yang membutuhkan. Dengan demikian saya berharap bisa bernilai lebih dimata Sang Khalik.

Itulah sepenggal kisah si Belor. Dari kondisi yang babak belur hingga bebek perawan yang belum bertelur. Walaupun kondisi saat ini juga belum bisa disebut mapan, namun hal ini tetap harus disyukuri. Tidak cukup dengan hanya ucapan semata saya rasa, namun harus dilakukan dengan tindakan nyata.

Daripada makin ngelantur gak karuan, cukup dulu kisah si Belor saat ini. Dan tak lupa jika teman-teman ada yang kebetulan lewat di area si Belor bercokol, akan sangat senang rasanya jika teman-teman sudi berkunjung. Diskon ? Kita biacarakan nanti saja ……

Lokasinya ada di jl. Maulana Hasanudin – Cipondoh Tangerang. Seberang Muhammadiyah Cipondoh, agak maju sedikit, jadi adanya di sebelah kanan jalan.

Sebelum terlupa, karena saya masih belajar, jadi harap maklum kalau sekiranya ada yang mampir tapi kurang dari segi rasa dan pelayanan.

Iklan

One response to “Apa arti Belor itu ?

  1. Wah, di Tangerang. 😀
    Mungkin nanti pengen buka cabang di Bandung, Mas? :mrgreen:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s