Mulai dari Awal ….

” Setiap segala sesuatu pasti harus mulai dari awal, kita juga harus lahir sebagai bayi, belajar berdiri, belajar jalan dst, rasanya tidak perlu dijelaskan lebih lanjut. Begitujuga kalau setelah merasa punya sesuatu tapi hilang dan harus membangun dari awal lagi. Dimana ada awal pasti ada akhir, semua pasti akan hilang, jadi jangan sedih kalau harus hilang dan membuat sesuatu lagi dari awal. “

Itu kutipan sedikit kata bijak dari seorang teman yang saya ajak curhat.

Awalnya saya juga merasa kehilangan, depresi, stress, pokoknya semua yang gak jelas. Lambat laun saya sadari, bahwa yang memiliki sesuatu itu hakikatnya bukan kita, melainkan yang Kuasa. Kita cuma diberi pinjaman, jika Dia mau mengambil, masa kita harus marah.

Tanpa bermaksud menggurui, saya yakin semua juga mengerti akan hal itu, tapi apa salahnya kalau sedikit mengingatkan kembali, me-remind, me-refresh kembali.

Bukan apa-apa, saat kita masih memegangnya, mungkin kita akan berpikir, “ah … semua juga tahu, gak usah ngajarin deh …..” Tapi kenyataannya, merasakan kehilangan adalah sebuah rasa yang sangat sulit ditebak, susah untuk dimengerti. Di satu sisi kita sadar, bahwa itu adalah kehendak-Nya, tapi disisi lain, kita sedih, menangisi, menyayangkan kenapa harus milik kita yang diambil. Sejenak kita lupa akan konsep di atas.

Saat saya harus merelakan kemapanan, seakan pikiran buntu. Yang timbul dibenak adalah pertanyaan ” mengapa ” , ” kenapa ” dan ” bagaimana bisa “. Selanjutnya yang terjadi adalah menangisi keadaan, menyalahkan diri sendiri atas apa yang sudah dikerjakan sebelumnya. Dan yang timbul adalah ” seandainya saja …. “

Hei, wake up … nasi sudah jadi bubur, jangan dibiarkan hancur. Jadikan bubur itu lebih enak, lebih komplit lagi. Tidak selamanya karunia itu berupa kenikmatan, kesengsaraan, penyakit dan kesusahan juga adalah karunia-Nya.

Berkaca dari pengalaman, flashback kembali jauh kebelakang makin membuat saya cepat pulih dari keterpurukan. Sedikit demi sedikit kembali bangkit mencari dan mencoba sampai akhirnya menemukan sebuah jalan yang mungkin adalah jalan yang diperuntukan buat saya. Optimis saja, lantas bergegas menelusuri jalan itu. Walau belum terlihat apakah ini jalan yang benar, atau justru jalan ini makin gelap di ujungnya, tapi saya selalu optimis, dimana ada kemauan pasti akan ada jalan. Pasti akan ada persimpangan lain di depan sana.

Setelah mengalami perjalanan panjang, saya anggap ini bukanlah sebuah hukuman, tetapi sebuah peringatan dan sebuah penunjukan. Bahwa jalan yang saya telusuri kemarin adalah salah arah, dan ke arah inilah yang benar. Dimana awalnya jauh dari petunjuk-Nya, kini makin mendekat kepada-Nya, diiringi keikhlasan melangkah.

Berusaha merubah nasib dengan tetap tawakal dan berdo’a diiringin dorongan semangat keluarga menjadi bekal utama saya dalam perjalanan ini.

Teriring do’a untuk seonggok daging jabang bayi, aku serahkan hidupku dan matiku hanya untuk-Nya ….  amien

Iklan

3 responses to “Mulai dari Awal ….

  1. bubur jakarta mantabs mas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s